Konfigurasi Mikrotik Untuk Jaringan LAN atau WARNET

Pada  Langkah  Sebelumnya  kita  sudah melakukan Beberapa  Konfigurasi  Seperti  Setting PPPoE  Client, Setting  DNS  dan  Setting  IP  sehingga  Jika  kita  ingin  melanjutkan  pada settingan  semisal  untuk jaringan  LAN/Warnet/Lokal  Kita  hanya  perlu melanjutkannya saja  (tidak  perlu  dari  awal).  Oleh Karenanya  pastikan  sudah  tidak  ada masalah  pada settingan sebelumnya. Silahkan cek disini

1. Koneksikan Switch/Hub anda ke Interface Ether3 Mikrotik (sudah kita ganti menjadi lan-warnet Pada langkah sebelumnya)

Langkah Pertama : Menambahkan NAT (Network Address Translating)

-. Berikutnya adalah menambahkan NAT agar nantinya user bisa konek ke internet. Fungsi NAT sendiri adalah untuk memetakan Alamat IP Public ke private begitupun sebaliknya. Klik Menu IP Firewal | Masuk ke Tab NAT | Klik pada tombol + warna merah untuk menambahkan rule NAT sehingga muncul tampilan seperti gambar berikut

Konfigurasi Mikrotik Untuk Jaringan LAN atau WARNET

Isi dengan chain = Srcnat, Out Interfaces = pppoe-out1. Sedangkan Pada Tab Action Pilih Masquerade seperti gambar diatas. 

Untuk IP Static Client

- Agar Client bisa internetan kita perlu menambahkan IP Address Pada masing-masing komputer (IP Static). Jangan Lupa Untuk Mengkoneksikan terlebih dahulu dengan Switch

Berikut adalah Informasi IP Addres Untuk Client  dimulai dari 192.168.3.2
IP Address = 192.168.3.2
Subnet Mask = 255.255.255.0
Default Gateway = 192.168.3.1 (IP Ether 3 Mikrotik)
Primary DNS = 8.8.8.8
Secondary DNS = 8.8.4.4

Konfigurasi Mikrotik Untuk Jaringan LAN atau WARNET

- Jika ada Lebih dari 1 Komputer, Anda Hanya Perlu mengganti Angka 2 pada IP Tersebut (Yang Lain Sama) menjadi Angka Berbeda Misal 192.168.3.3 atau 192.168.3.4 dst

Untuk IP Dinamis Client (DHCP)

- Sayangnya, cara seperti ini cukup merepotkan jika kita harus mensetting IPnya 1 per 1 pada masing-masing komputer/host. Bagaimana jika komputernya banyak ? tentu akan menjadi masalah tersendiri maka solusi yang tepat adalah dengan cara mengaktifkan DHCP Server untuk jaringan pada alamat 192.168.3.0/24 tersebut. 

- Solusi untuk masalah tersebut diatas adalah dengan cara menambahkan DHCP Server pada Ether3 Mikrotik (LAN). Klik IP | DHCP Server. Pada Halaman DHCP Server Klik DHCP Setup

- Selanjutnya Pilih Interface lan/Warnet Karena jaringan yang akan di DHCP ada pada Ether3 (yang sudah kita ganti namanya menjadi Lan) | Next

Konfigurasi Mikrotik Untuk Jaringan LAN atau WARNET

- Pilih Alamat Jaringan Untuk DHCP Servernya Karena disini adalah Ether3 maka alamatnya adalah 192.168.3.0/24 | Next

- Tentukan Gateway-nya (IP Ether 3 Mikrotik) = 192.168.3.1 | Next

- Tentukan Poolnya (Dari – Sampai) IP yang akan digunakan misal seperti gambar berikut | Next 

Konfigurasi Mikrotik Untuk Jaringan LAN atau WARNET

- Isi DNS Server. Disini saya menggunakan DNS Google yaitu 8.8.8.8 dan 8.8.4.4 | Next

- Isi Lease Time. Artinya Waktu Sewa. Berapa Lama Waktu yang akan digunakan untuk masing-masing IP | Next

Konfigurasi Mikrotik Untuk Jaringan LAN atau WARNET

Sebelum menguji sebaiknya Restart terlebih dahulu Mikrotik Anda. Selamat Mencoba :D

Tutorial Konfigurasi Mikrotik Untuk Layanan Hotspot

Dengan menggunakan Router Mikrotik kita dapat dengan mudah membagi koneksi internet yang kita miliki. Selain itu kita juga dapat memanajemen pengguna serta melakukan settingan pada manajemen bandwith agar pengguna dalam hal penggunaan bandwith. Pada postingan kali ini saya ingin berbagi bagaimana cara melakukan settingan untuk membangun layanan hotspot menggunakan mikrotik.

sebelum kita mulai, saya ingin berikan sedikit informasi dan gambaran tentang perangkat serta topologi yang saya gunakan pada settingan ini.

1. Koneksi Internet berasal dari ISP Telkom (Melalui dialup Modem) / Speedy

2. Perangkat yang digunakan adalah sebagai berikut
- Satu buah Modem ADSL (dari Telkom)
- Satu Buah Access Point
- Satu Buah Mikrotik RB 750
- Satu Buah Switch (8 Port)

3. Selanjutnya, ada baiknya jika kita membuat sebuah topologi sederhana untuk layanan hotspot yang akan kita bangun. Pada pembelajaran kali ini kita akan membuat sebuah layanan hotspot dan warnet (ceritanya) dengan topologi sebagai berikut.

Konfigurasi Mikrotik Untuk Layanan Hotspot

4. Berikutnya adalah mengenai informasi IP Address pada masing-masing perangkat yang digunakan adalah sebagai berikut

Konfigurasi Mikrotik Untuk Layanan Hotspot

Langkah Pertama : Konfigurasi Modem ADSL Speedy dengan Mode Bridge

- Koneksikan Laptop/Komputer dengan Modem Set IP Address Laptop dengan alamat satu jaringan dengan modem sebagai berikut IP Address = 192.168.1.5 dan Subnet Mask = 255.255.255.0

- Buka Browser Lalu Ketikan Alamat IP Modem Biasanya 192.168.1.1 atau 192.168.1.254. Sedangkan username biasanya admin dan password admin

- Masuk ke Menu Wan Connection. Biasanya, Secara Default settingan modem adalah PPPoE maka disini kita perlua melakukan perubahan settingan tersebut menjadi Bridge karena kita akan melakukan Dialup koneksi melalui Mikrotik. Pastikan Settingan tersebut telah berstatus Connected. Lihat gambar berikut

Konfigurasi Mikrotik Untuk Layanan Hotspot

Langkah Kedua : Set IP dan Interface Mikrotik

- Koneksikan Laptop dengan RouterBoard Mikrotik. Anda tidak perlu melakukan setting IP pada komputer karena kita bisa login dengan menggunakan MacAddress Mikrotik. Colokan Kabel UTP anda di Ethernet5. Buka Winbox. Untuk Username default adalah admin dan password blank (kosong)

Konfigurasi Mikrotik Untuk Layanan Hotspot

- Sebenarnya sudah ada konfigurasi Default dari mikrotik tapi dalam hal ini kita remove saja karena kita akan melakukan konfigurasi dari awal jadi klik remove configuration pada gambar diatas. Setelah di remove biasanya koneksi winbox dengan mikrotik akan terputus jadi silahkan koneksikan ulang.

- Selanjutnya memberi nama pada masing-masing interface. Hal ini kita lakukan untuk memudahkan proses konfigurasi. Klik menu interfaces | Klik dua kali pada masing-masing interface dan beri nama sebagai berikut 

Konfigurasi Mikrotik Untuk Layanan Hotspot

- Langkah Selanjutnya adalah memberikan alamat IP pada masing-masing interfaces. Klik menu IP | Addresses | Pada tampilan Addresses List Klik tombol + warna merah

Konfigurasi Mikrotik Untuk Layanan Hotspot

- Lakukan Hal yang sama pada masing-masing interfaces sesuai dengan yang ada di tabel informasi IP Address diatas. 

Langkah Ketiga : Setting PPPoE Client

- Berikutnya adalah membuat PPPoE Client yang berfungsi untuk melakukan Dialup koneksi modem dengan mode Bridge (Sudah di setting pada langkah sebelumnya). Klik menu PPP | Pada tombol + warna merah pilih PPPoE Client seperti gambar berikut

Konfigurasi Mikrotik Untuk Layanan Hotspot

- Pada Tab General Pilih Interfaces ke-modem. Untuk name biarkan saja. Set Interface nya ke Modem

- Kemudian Pada Tab Dial Out | Inputkan Username dan Password Speedy anda seperti gambar berikut sampai muncul status Connected. Artinya Mikrotik telah berhasil melakukan Dialup ke Modem. Seperti Gambar Berikut
Konfigurasi Mikrotik Untuk Layanan Hotspot

Langkah Keempat : Setting DNS Pada Mikrotik

- Berikutnya adalah Menambahkan DNS pada Mikrotik dapat dilakukan dengan cara berikut. Klik Menu IP | DNS | Setting. Disini saya menggunakan DNS Google. Anda juga dapat menggunakan DNS Speedy atau 
DNS Nawala untuk memblok situs dewasa.

Konfigurasi Mikrotik Untuk Layanan Hotspot

Langkah Keenam : Setup Hotspot

- Berikutnya adalah kita akan membuat Layanan Hotspot agar user bisa mengakses layanan internet kita melalui wifi

- Koneksikan Access Point ke Ether2 yang sudah kita rename menjadi layanan-hotspot pada step sebelumnya. Jangan Lupa untuk Nonaktifkan DHCPnya karena DHCP akan diatur oleh Mikrotik Lalu Set IP Acces Point Agar 1 Jaringan dengan Mikrotik Ether2 (Layanan-hotspot). 

- Silahkan Klik menu IP | Hotspot. Pada tampilan yang muncul klik Hotspot Setup

- Pada gambar dibawah Pilih Interface yang akan dijadikan Layanan Hotspot dalam hal ini adalah Ether2 atau Layanan-hotspot kemudian Next. Untuk Local Addess Network Klik Next Lagi (Otomatis terisi) Jika tidak lihat di menu IP Addresses (Ehter2)

Tutorial Konfigurasi Mikrotik Untuk Layanan Hotspot

- Pada gambar dibawah Inputkan Address Pool (Alamat IP yang akan disewakan) dalam hal ini ada 19 sehingga menjadi 192.168.2.2-192.168.2.20 seperti gambar berikut. Untuk sertifikat SSL klik next saja

Tutorial Konfigurasi Mikrotik Untuk Layanan Hotspot

- Import Sertifikat SSL. Pilih None jika tidak ada. JIka anda mengimport SSL ini Halaman login hotspot anda akan menjadi https yang tentu saja berfungsi untuk menjaga kerahasiaan data user yang login

- Berikutnya Inputkan SMTP (Simple Mail Transfer Protokol). Protokol yang digunakan untuk mengirim email. Jika tidak punya kosongkan saja | Next

- Selanjutnya Inputkan DNS Server. Biasanya Otomatis akan muncul jika kita sudah mensettingnya di IP DNS | Next.

- Langkah selanjutnya adalah memberikan nama Nama DNS yang akan muncul di address bar halaman login hotspot kita nantinya jadi isi sesuai dengan format domain Misal : hotspotku.net

- Berikutnya Membuat User dan Password Hotspot. Nantinya User ini yang akan digunakan untuk login di hotspot yang kita buat. 

Tutorial Konfigurasi Mikrotik Untuk Layanan Hotspot

- Selesai. Untuk Menguji Silahkan Reboot Mikrotik Terlebih dahulu. System | Reboot. Silahkan Baca Postingan saya sebelumnya tentang Generate User Hotspot dengan User Manager disini. Sedangkan Untuk Konfigurasi Jaringan LAN atau Warnet seperti topologi diatas silahkan baca disini

Step By Step Generate User Hotspot Mikrotik

Ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya tentang Generate User Hotspot Mikrotik dengan User Manager silahkan baca disini. Setelah Berhasil Melakukan dua Langkah sebelumnya (Install Package User Manager dan Melakukan Konfigurasi Radius) Berikutnya kita akan Melakukan Sedikit Konfigurasi Pada User Manager lalu melakukan generate user hotspot.

Buka Browser Anda Lalu Masukan IP Mikroti Pada Address Bar. Disini karena saya login dengan user hotspot yang sudah kita buat jadi alamat IP Mikrotinya menjadi http://192.168.1.1/userman kemudian Login dengan User Mikrotik anda.

Step Pertama Klik Menu Routers | Add | New. Isi Propertinya Sebagai Berikut
Name = Terserah Anda 
IP Address = Sesuai dengan di Radius Pada Konfigurasi sebelumnya 
Secret = Sesuai dengan di Radius Pada Konfigurasi sebelumnya

Step By Step Generate User Hotspot Mikrotik

Langkah Berikutnya adalah Mengedit dan Menambahkan Customer. Ini Bertujuan untuk memberikan hak akses di userman atau untuk mengganti identitas serta password login untuk userman. Bisa juga untuk menambahkah User Baru dengan menu Add | New

Step By Step Generate User Hotspot Mikrotik

Selanjutnya adalah membuat profile yang akan berfungsi sebagai media Limit Bandwidth dan Limit Waktu Login. Klik menu Profiles | Limitatios | Add | New. Suatu Misal disini saya membuat sebuah Limit Waktu 5 Menit untuk penggunaan Hotspot dan 64k untuk Upload, Download dan Browsing

Step By Step Generate User Hotspot Mikrotik

Berikutnya Masuk ke Tab Profiles | Klik Tombol + untuk menambahkan Profile baru. Masukan Nama Profile | Create

Step By Step Generate User Hotspot Mikrotik

Lalu Lengkapi Properti yang dibutuhkan seperti masa aktif (validity), Harga Masing-Masing User (Price) | Save Profile | Add New Limitation. Seperti gambar berikut

Step By Step Generate User Hotspot Mikrotik

Pada Profile Part Berikut Centang Limitation yang sudah kita buat tadi (5 Menit) kemudian klik tombol add.

Step By Step Generate User Hotspot Mikrotik

Langkah Terakhir adalah Meng-Generate User dengan Profile 5 Menit tersebut. Caranya masuk ke Menu Users | Add | Batch.

Step By Step Generate User Hotspot Mikrotik

Pada Gambar diatas kita akan membuat User Hotspot Sebanyak 100 Buah dengan panjang username dan Password 6 Karakter Untuk Profile 5 Menit. Klik Tombol Add untuk mulai membuat. Hasilnya akan muncul 100 User baru tabel yang ada seperti gambar berikut

Step By Step Generate User Hotspot Mikrotik

Jika Password tidak muncul, Silahkan Masuk ke Menu Setting Lalu atur Field-Field yang ingin anda tampilkan seperti gambar berikut

Step By Step Generate User Hotspot Mikrotik

Ops, Hampir Lupa. Kita Belum Mencetak User yang sudah kita buat tadi menjadi sebuah voucher hotspot. Caranya Cukup Mudah. Jika ingin menggunakan template default mikrotik userman anda hanya perlu mengklik menu Generate | Voucher pada tampilan menu Users. Seperti gambar berikut

Step By Step Generate User Hotspot Mikrotik

Step By Step Generate User Hotspot Mikrotik

Step By Step Generate User Hotspot Mikrotik

Dan Hasil Generatenya dapat anda lihat pada gambar di atas (Template Voucher Mikrotik yang sudah di edit). Jika Ingin Tampilan Voucher Lebih Menarik Anda Dapat Mendownload atau mendesainnya sendiri. Untuk Merubah Tampilan Template ini silahkan ke Menu Setting | Tab Template.

Generate User Hotspot dengan User Manager Mikrotik

Dengan User Manager, Kita juga bisa melakukan generate User Hotspot secara Otomatis. Suatu misal kita ingin membuat 100 atau 300 user sekaligus. Jadi kita tidak perlu repot untuk membuatnya 1 per satu. Cara seperti ini dapat kita lakukan dengan Mikrotik userman (User Manager). Karena Secara Default Mikrotik di
mikrotik tidak ada kita harus menambahkan packagenya nya secara manual.

Menambahkan Package User Manager

-  Untuk menambahkan package userman, kita harus mendownload terlebih dahulu package tersebut di website resmi mikrotik. Yang perlu diperhatikan dalam menambahkan package userman ini adalah harus sesuai dengan versi mikrotik yang anda gunakan. Disini saya menggunakan Mikrotik RB 750. Sesuaikan dengan mikrotik anda.

-  Silahkan download terlebih dahulu package mikrotik anda disini sesuaikan dengan versi Mikrotik anda

-  Masuk ke Mikrotik dengan Winbox | Klik Menus Files

-  Copy Paste atau Drag n Drop Package User Manager yang sudah anda Download ke File List Mikrotik. Perlu diketahui disini Ekstensi Package tersebut adalah *.npk Seperti gambar berikut

Generate User Hotspot dengan User Manager Mikrotik

Berikut adalah Contoh Pakcage Usermanager yang berhasil ditambahkan ke File List

Generate User Hotspot dengan User Manager Mikrotik

Berikutnya Restart Mikrotik anda system | reboot. Kemudian Cek Hasilnya di System | Package

Generate User Hotspot dengan User Manager Mikrotik

Menambahkan Server Radius Mikrotik 

-  Sebelum Lebih jauh tentang penggunaan usermanager ini telebih dahulu kita harus menambahkan konfigurasi pada Radius Mikrotik agara user yang di generate nantinya dapat bekerja dengan baik.  

-  Klik Menu Radius di Menu Winbox. Kemudian atur propertinya seperti gambar berikut

Generate User Hotspot dengan User Manager Mikrotik

-  Untuk Address = 127.0.0.1 dan Secretnya = terserah anda. Jangan Lupa Untuk Mencentang login dan hotspot. 

-  Selanjutnya masuk ke IP | Hotspot | Masuk ke Tab Server Profiles. Edit Masing-masing profile tersebut agar menggunakan Radius seperti gambar berikut. Jangan Lupa Centang Accounting.

Generate User Hotspot dengan User Manager Mikrotik

Lanjutkan ke Halaman Berikutnya disini.

Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik

Banyak yang mengatakan Halaman Login Default Mikrotik kurang greget jika dilihat. Agar Lebih menarik disini kita akan coba mengganti template login tersebut dengan template-template yang sudah banyak di sharing di internet. Sebenarnya bisa juga jika ingin membuat template sendiri namun itu akan memakan waktu cukup lama jadi kita download aja template yang sudah ada di internet. Sebagai contoh sebuah template login mikrotik dapat anda download pada link dibawah ini.

1. Download contoh Template disini
2. Download Juga Tools yang akan kita gunakan WinSCP disini
3. Step Pertama, Install Tools WinSCP yang sudah anda download tadi.
4. Step Kedua, Buka Tools Tersebut kemudian Login ke Mikrotik.

Saya login ke Mikrotik dengan Informasi berikut :

Protokol = FTP 
Port = 21 Host 
Nama/IP Address = 192.168.1.1 
Username = admin (sesuaikan)
Password = sesuaikan dengan milik anda

Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik
Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik

Step Berikutnya, Ekstract File Template yang sudah anda download sebelumnya. Pastikan Nama Foldernya adalah hotspot. Hapus Folder hotspot yang ada di direktori Mikrotik Lalu Drag n Drop Folder hotspot yang sudah anda ekstract tadi kedalam directory Mikrotik di WinSCP. Berikut Contoh hasil Tampilannya

Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik

Cara Meremote Mikrotik VMware dengan Winbox

Selain menggunakan Command Line Interface Mikrotik juga menyediakan Utilitas Interface berbasis Visual yang dapat kita gunakan untuk meremote dan merubah settingan mikrotik dan tentu saja Dengan Tools tersebut kita dapat dengan mudah melakukan settingan pada Mikrotik karena hanya bermain klik tanpa perlu mengetikan perintah-perintah lagi. Kedua Tools tersebut adalah Webfig dan Winbox.

Webfig dapat kita gunakan melalui browser karena aplikasi visual Mikrotik ini berbasis website dengan cara mengetikan alamat IP mikrotik pada addressbar browser. Meski begitu disini saya akan memabahas point terpenting yaitu bagaimana agar Mikrotik dapat diakses menggunakan winbox atau webfig.

Jika anda hendak meremote Mikrotik RouterBoard maka alamat IP Defaultnya adalah 192.168.88.1. Anda dapat menggunakan Alamat IP tersebut dengan username admin dan password default kosong (Blank). Lantas bagaimana jika hendak meremote mikrotik RouterOS yang ada di VMware?

Untuk meremote Mikrotik yang ada di VMWare yang perlu diperhatikan adalah Jenis Network adapter yang anda gunakan pada VMware anda. Pada contoh ini saya menggunakan Host Only  

Cara Meremote Mikrotik VMware dengan Winbox

Karena disini menggunakan Host-Only, maka settingan IP yang harus 1 jaringan dengan Mikrotik adalah Network Adapater yang VMNet1 seperti gambar berikut

Cara Meremote Mikrotik VMware dengan Winbox

Namun Jika Network adapater Mikrotik anda menggunakan NAT maka Network Connection yang harus 1 jaringan adalah VMNet8 (gambar diatas). Itulah Point pentingnya. Setelah anda memberikan Alamat IP pada Networok Connection (VMNET1 atau VMNET8) 1 jaringan dengan Mikrotik anda di VMware maka anda hanya perlu mengakses alamat IP mikrotik (VMWare) melalui Browser (webfig) atau Winbox dengan username admin dan password Blank (kosong). 

Mengenal Perintah Dasar Mikrotik CLI

Mikrotik adalah nama sebuah perusahaan yang berpusat di Latvia. Mikrotik didirikan Oleh oleh John Trully dan Arnis Riekstins sejak tahun 1996. Mikrotik dikenal juga dengan sebutan Router. Mikrotik sendiri memiliki dua jenis yaitu MikrotikOS dan Mikrotik RouterBoard (RB). Mikrotik dirancang menggunakan Kernel Linux oleh karena printah-perintahnya-pun tidak jauh beda dengan linux (Kernel 2.2). Saat ini versi Mikrotik sudah memiliki fitur-fitur seperti Firewall/NAT, Hotspot, Routing, Point To Point Tunneling Protokol, DNS Server, DHCP Server dan masih banyak lagi.

Mengenal Perintah Dasar Mikrotik CLI

Meskipun saat ini mikrotik sudah memiliki antarmuka Grafis seperti Winbox dan Webfig tapi perintah-perintah dasar CLI juga kerap diperlukan dalam melakukan settingan pada mikrotik apalagi jika hendak menggunakan fitur-fitur seperti management bandwidth. Perintah CLI juga sangat diperlukan jika hendak membuat aplikasi yang belum ada pada Mikrotik menggunakan API (Application Programming Interface). Berikut adalah perintah Dasar Mikrotik beserta fungsinya

1. INTERFACE PRINT = digunakan untuk melihat informasi interface yang ada pada mikrotik

2. IP ADDRESS PRINT = digunakan untuk melihat informasi IP Address pada masing-masing Interface Mikrotik

3. IP SERVICE PRINT = digunakan untuk melihat informasi service yang ada pada mikrotik

4. SYSTEM SHUTDOWN = digunakan untuk men-shutdown mesin mikrotik

5. SYSTEM REBOOT = digunakan untuk merestart mesin mikrotik

6. SYSTEM BACKUP SAVE = digunakan untuk Membackup Settingan Mikrotik

7. IP DNS PRINT = digunakan untuk menampilkan informasi DNS pada mikrotik

8. IP ROUTE PRINT = digunakan untuk menampilkan informasi tabel routing pada mikrotik

9. PASSWORD = digunakan untuk mengganti password Mikrotik

10. USER PRINT = digunakan untuk melihat informasi user yang ada di mikrotik

11. SYSTEM IDENTITY SET NAME = digunakan untuk mengganti nama mesin mikrotik

12. IP ADDRESS ADD ADDRESS=192.168.x.x/24 INTERFACE=ether = digunakan untuk menambahkan IP Address pada interface mikrotik

12. INTERFACE SET NAME=nama Nomor = digunakan untuk merubah nama interface Mikrotik

13. SYSTEM PACKAGE PRINT = digunakan untuk melihat informasi package yang ada di mikrotik

14. USER ADD NAME=USER GROUP=FULL PASSWORD=PASSUSER = digunakan untuk menambahkan user baru pada mesin mikrotik

15. IP ROUTE ADD GATEWAY=192.xx.x.x = digunakan untuk menambahkan gateway

16. IP DNS SET SERVERS=x.x.x.x,x.x.x.x = digunakan untuk menambahkan informasi DNS server pada mikrotik

17. SYSTEM RESOURCE PRINT = digunakan untuk melihat informasi resource perangkat

18. IP ADDRESS REMOVE Nomor = digunakan untuk menghapus IP Address pada interface mikrotik

19. FILE PRINT = digunakan untuk melihat informasi file yang ada pada mesin mikrotik

20. IP POOL PRINT = digunakan untuk melihat informasi IP POOL pada mesin mikrotik